• Breaking News

    Arima Gandeng Asus dan HTC Untuk Bangun Pabrik Perakitan Perangkat Mereka Di Indonesia

    iklanpwk.com - Dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia termasuk pasar yang sangat potensial dalam dunia elektronik seperti gadget dan smartphone. Dengan tingkat konsumsi smartphone yang tinggi, membuat para pemain di sektor ini menjadikan Indonesia sebagai ladang bisnisnya. Perusahaan pengembang OEM dan ODM yang bergerak di industri smartphone asal Taiwan, Arima Communication Corp. berencana menggandeng Asus dan HTC untuk bekerja sama mendirikan pabrik perakitan handset mereka di Indonesia.


    Sebelumya Arima sendiri telah bekerja sama dengan perusahaan lokal Indonesia, yakni Ti-Phone Mobile untuk merakit perangkat bermerek Sony dan LG. Asus juga sebelumnya telah memiliki jalinan kerja sama dengan perusahaan lokal yakni PT. Sat Nusapersada Tbk yang memproduksi smartphone berlabel Zenfone. Pabrik perakitan perangkat Asus tersebut berbasis di Batam dan yang baru-baru ini di bangun terletak di Surabaya. Sedangkan HTC sama sekali belum memiliki basis perakitan perangkatnya di Indonesia, dan kini mereka tengah serius membicarakan rencana ini seperti yang dilansir dari Dailysocial (01/09/2015).

    Kerja sama semacam ini harus diperhitungkan dengan baik karena Ti-Phone Mobile telah membuktikan keberhasilannya dengan membukukan keutungannya di pertengahan tahun 2015 ini dengan nilai keutungan sebesar Rp 182,731 miliar pada kerja samanya dengan Arima dalam pengembangan handset.

    Dengan potensi yang cukup besar ini, tak hanya Arima saja perusahaan yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, perusahaan lain yang masih dari negara yang sama, Foxconn juga berencana mengembangkan industrinya di Indonesia. Foxconn sendiri sudah dikenal sebagai pemasok terbesar komponen pada perangkat iPhone milik Apple. Kabarnya nilai investasi Foxconn di Indonesia sekitar 1 miliar Dollar US, namun sepertinya rencanya itu belum terealisasi juga hingga saat ini. Menurut rumor yang beredar, terhambatnya investasi Foxconn karena tersandung dengan aturan pemerintah Indonesia.

    Seperti yang dipaparkan oleh Kementrian Kominfo bahwa nilai impor smartphone Indonesia berangsur menurun dengan tingkat yang cukup signifikan. Hingga saat ini tercatat sekitar 800 varian ponsel pintar telah beredar di pasar Indonesia. Aturan TKDN sebesar 40% untuk smartphone berteknologi 4G yang dicanangkan pemerintah Indonesia yang membuat para pemain di industri ini beramai-ramai mengembangkan industrinya di Indonesia. Tentu juga diimbangi dengan permintaan perangkat smartphone di pasar Indonesia yang cukup tinggi.

    Tujuan pemerintah dengan aturan TKDN sendiri agar dapat mengurangi nilai impor dengan memproduksi sendiri komponen-komponen yang sebelumnya diimpor dari luar negeri. Dengan demikian, maka masyarakat Indonesia dapat terlibat secara langsung dalam pembuatan dan melahirkan produk-produk lokal yang diharapkan bisa bersaing dengan produk lain di pasar global.

    Infokan pada teman/kerabat anda yang membutuhkan informasi ini. KLIK TOMBOL :

    FacebookGoogle+Twitter WhatsApp

    SUBSCRIBE

    Post Bottom Ad