• Breaking News

    Mau Dihargai Berapa?

    Creative Fee: 
    Mau dihargai berapa?” Itulah pertanyaan standar yang selalu menjadi pertanyaan di internal client. Iya, kreatifitas kita mau dihargai berapa? Dibilang mahal, tidak juga. Dibilang terlalu murah? Ah, masa kreatifitas dihargai segitu?
    Titik awal permasalahan yang muncul biasanya karena client melihat hasil kreatifitas kita terlalu sederhana. Sebut saja, creative copy yang keluar hanya 2 kata. Nah, pada posisi ini biasanya ada saja dari sisi client bilang; “Ah, kalau hasilnya cuma dua kata begini, gue juga bisa.”



    Padahal menurut Ariyanto Zainal, salah seorang tokoh kreatif di Indonesia menjelaskan bahwa hasil kreatif yang sederhana bisa jadi telah melalui proses yang sangat rumit.

    Kalimat “Proses yang sangat rumit” ini yang seharusnya dipahami oleh client. Sebut saja salah satu headline dari iklan Sampoerna yaitu “Nanti Juga Lo Paham”. Ini salah satu copy paling dahsyat yang pernah dibuat dimana untuk mengeluarkan copy tersebut pasti telah melalui berbagai proses berpikir dan analisa yang panjang.

    Hasil dari copy yang kuat akan berdampak pada awareness yang tinggi. Berbagai taglines dan headlines diciptakan oleh orang-orang kreatif mampu menghasilkan awareness yang tinggi bahkan berdampak terhadap penjualan. Biasanya, karya kreatifitas baru dihargai secara menyeluruh oleh client setelah karya kreatifitas membawa efek penjualan. Namun untuk mencapai efek penjualan itu tidak singkat. Butuh waktu 3-6 bulan sejak campaign dimulai hingga terjadi penjualan.

    Menurut Gandhi Suryoto yang juga seorang senior di bidang kreatif menjelaskan bahwa creative itu bukan hanya ide yang perlu dihargai. Sebagai seorang kreatif juga harus memikirkan biaya rutin operasional seperti untuk listrik, internet, riset hingga logistik selama proses berpikir.

    Memang butuh keberanian untuk menyampaikan harga kreatifitas. Hal yang paling masuk akal dan sebagai acuan untuk menghindari perdebatan tentang harga creative adalah dengan mendeskripsikan proses kreatif, pengalaman atau kisah sukses dari sebuah campaign. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, sehingga membuat client lebih cepat paham. Susah kan, kalau ditanya client kenapa harga kreatif kita mahal? Apakah kita hanya menjawab: “Nanti juga lo paham.”

    Infokan pada teman/kerabat anda yang membutuhkan informasi ini. KLIK TOMBOL :

    FacebookGoogle+Twitter WhatsApp

    SUBSCRIBE

    Post Bottom Ad